helm ku malang

Selalu menyebalkan ketika kita kehilangan sesuatu barang milik kita, apalagi jika hilangnya karena digondol maling, itulah yang terjadi pada saya malam ini, saya kehilangan helm yang saya letakkan diatas motor ketika motor saya parkir di depan plaza telkom wonosobo.

maksud hati ingin mencoba penawaran baru dari telkom pada saya sebagai pelanggan speedy yaitu paket wifi.id yang penggunaannya hanya di tempat-tempat tertentu saja, salah satunya adalah di plaza telkom ini, alih-alih menikmati kencangnya paket wifi.id yang katanya sih kecepatannya mencapai 100 mbps, eh.. malah saya kecolongan helm.

Saya belum bisa bercerita banyak tentang wifi.id karena malam ini saya belum berhasil meregistrasi hape android saya biar bisa menikmati layanan ini, mungkin di lain artikel saya bisa bercerita lebih banyak, yang ingin saya share adalah tentang kasus saya kehilangan helm.

Harga helm standar mungkin tidaklah terlalu mahal, tapi bagi si pencuri helm merupakan salah satu komoditi yang cukup mudah dijadikan rupiah dibandingkan misalnya TV atau barang lainnya, itu kenapa helm tetap menjadi primadona sasaran niat jahat mereka, tentunya dengan resiko yang relatif lebih kecil dibanding bila si pencuri berniat mencuri sepeda motornya sekalian atau jika harus masuk rumah orang buat mencuri televisi atau barang elektronik lainnya.

Pernahkah kita merasa menjadi orang yang paling terinjak-injak harga dirinya dan bahwa kita benar-benar telah di lecehkan oleh si pencuri, itulah yang saat ini saya rasakan, dan bila rasa itu tiba seolah kita sudah tidak peduli berapa kerugian yang telah kita derita, yang ada hanya rasa marah dan ingin mencari si pencuri dan bila si pencuri ketemu dan saat ini dia ada dihadapan saya maka …. ga tau deh apa yang akan saya perbuat, hehe…

Yang jelas dengan tulisan ini saya tidak bermaksud apa-apa, saya  hanya menuangkan apa yang saya rasakan saat ini, terlebih kejadian ini terjadi pada malam terakhir di usiaku yang ke 32 karena saat tulisan ini saya buat adalah detik-detik awal di usiaku menginjak 33 tahun dan mudah-mudahan ini bisa dijadikann sebagai pembelajaran bagi kita untuk ke depannya nanti supaya kita bisa lebih waspada, sekian…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: