Lagu Pergi Belajar

Membaca pendapat yang disampaikan oleh KH A Mustofa Bisri (Gus Mus) tentang konsep pendidikan di negara kita, Saya tertarik pada sindiran beliau yaitu “Yang penting itu berprestasi. Pemerintah ndak butuh generasi berkahlak. Tidak berakhlakul karimah saja, orang-orang sudah bisa menjadi anggota DPR. Pemerintah tidak butuh orang ahli agama, orang yang berakhlakul karimah. Sampai lirik lagu ‘itulah tandanya murid yang budiman, diganti itulah tandanya murid berprestasi’,”, bagi Saya itu sindiran yang sangat dalam bagi kondisi pendidikan yang berlaku di negara kita saat ini.

Itu adalah penggalan lirik dari lagu Pergi Belajar, dulu ketika kecil Bapak Saya sering menyanyikan lagu ini sebelum Saya tidur, sehingga Saya tidak akan pernah lupa lirik lagu ini yang memang maknanya sangat dalam dan mendidik, dan ketika mendengar lagu ini lagi dan ternyata ada lirik yang tidak sama dengan yang ada di memori otak Saya, bagiku terasa aneh. Saya mendengar lirik lagu tersebut di sebuah iklan produk susu, Saya sendiri kurang tahu apakah lirik lagu tersebut saat ini memang sudah dirubah atau perubahan itu terjadi hanya di tayangan iklan susu tersebut, akan tetapi menurut Saya terlepas salah atau tidaknya perubahan itu, bahwa sampai kapanpun kata berprestasi tidak akan sebanding dengan kata budiman.

Jika diperhatikan memang itulah kondisi pendidikan di negara kita, di negara kita prestasi akademis seakan lebih dihargai dibandingkan dengan kemuliaan akhlak, padahal keduanya seharusnya bisa berjalan sejajar, kita lihat bagaimana orang tua rela mengeluarkan uang yang begitu besar supaya anaknya bisa menjadi ahli keuangan, ahli pengobatan, pandai mendesain sebuah bangunan, pandai menciptakan alat untuk kemudahan, maupun banyak lagi ilmu akademis lainnya yang memang sampai kapanpun hal tersebut tidak akan pernah salah, namun kemudian bagaimana dengan pendidikan akhlak ?, akankah para orang tua hanya akan mengarahkan putra-putrinya pada pendidikan yang tujuan akhirnya untuk kekayaan manfaat di dunia, lalu bagaimana dengan kekayaan budi pekerti yang luhur ?, itulah yang harus kita renungkan.

Mungkin lagu Pergi Belajar hanyalah sebuah lagu, tapi ketika itu diperdengarkan pada anak yang terjadi adalah akan membekas di memorinya dan bukan tidak mungkin itu akan membentuk karakter anak, dan tentang perbandingan kata berprestasi dengan budiman, singkatnya predikat berprestasi itu untuk dikejar, dan anak yang budiman sesuai dengan lirik lagu tersebut dia akan belajar dengan penuh semangat dan rajin selalu dan tentunya dia akan menghormati guru dan sayangi teman, dengan begitu prestasi pasti akan mengikutinya, dan seperti kata Gus Mus sebaiknya jangan lagi ada pemisahan antara pendidikan umum dengan pendidikan agama karena itu erat sekali kaitannya, semoga itu menjadi PR buat Pemerintah kita.

Sebagai penutup berikut ini adalah lirik dari lagu “Pergi Belajar”, lagu ini diciptakan oleh Ibu Sud.

oh, ibu dan ayah, selamat pagi

kupergi sekolah sampai kan nanti

selamat belajar nak penuh semangat

rajinlah selalu tentu kau dapat

hormati gurumu sayangi teman

itulah tandanya kau murid budiman

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: