Hari ini Kiriman Terlambat Bos !, Truknya Ga Bisa Berangkat, .. Ga Ada Solar.

Solar kembali langka di pasaran, masyarakat kembali kesulitan mendapatkan solar, antrian kendaraan truk dan bus hampir menjadi pemandangan yang seolah terlihat biasa di hampir setiap SPBU di seluruh Indonesia pada saat ini, Pemerintah berdalih pembatasan BBM bersubsidi harus diberlakukan karena lonjakan Kuota.

Bukankah permasalahan BBM ini sudah muncul sejak beberapa tahun lalu, sudah sejak tahun 2004 ketika harga Premium naik dari Rp.2500,-/liter menjadi Rp.4500,-/liter begitu juga dengan Solar yang harganya juga ikut naik. Begitu rumitkah permasalahan ini sehingga Pemerintah seolah tidak pernah tahu bagaimana mengatasi persoalan ini, bahkan pada tahun 2005 dan juga tahun 2009 ketika Pemerintah melalui Pertamina harus menaikkan harga BBM Bersubsidi dalam hal ini Premium dan Solar hingga menembus angka Rp.6000,-/liter pun tetap tidak juga dapat menyelesaikan permasalahan yang ada.

Dan pada saat sekarang ini Pemerintah kembali mengeluarkan kebijakan yang diharapkan dapat menjadi solusi untuk menyelesaikan masalah lonjakan kuota BBM Bersubsidi tersebut yaitu dengan melakukan pembatasan, dan yang dipilih untuk dibatasi adalah BBM jenis Solar bersubsidi, apakah kebijakan kali ini mampu menyelesaikan masalah yang tak terselesaikan selama bertahun-tahun ini, kita lihat saja.

Sebenarnya Saya kurang sepakat dengan kebijakan yang diterapkan Pemerintah kali ini, Saya merasa Pemerintah seolah kurang bersahabat dengan dunia usaha, kenapa yang diberlakukan pembatasan adalah BBM jenis Solar, seperti kita ketahui Solar umumnya digunakan oleh kendaraan jenis Truk dan Bus dan kendaraan tersebut hampir seluruhnya digunakan untuk kegiatan yang bersifat komersil atau produktif, bukankah semakin banyak Truk dan Bus yang beroperasi berarti semakin banyak pula Pendapatan Negara, tetapi kenapa operasionalnya malah dibatasi ?.

Jika Pemerintah selalu dipusingkan dengan Kuota BBM bersubsidi yang terus meningkat kenapa pertumbuhan kendaraan bermotor juga dibiarkan terus meningkat ?, bahkan peningkatan jumlah kendaraan bermotor di Indonesia tertinggi di Asia Tenggara, tidakkah Pemerintah membayangkan bagaimana Indonesia Lima atau Sepuluh tahun ke depan ?, Saya jadi ragu apakah Pemerintah memiliki rencana pembangunan jangka panjang, sepertinya Saya jarang sekali mendengar apa rencana pembangunan yang akan dilaksanakan pemerintah untuk jangka panjang, apa Pemerintah hanya memikirkan pembangunan untuk jangka waktu lima tahun pemerintahannya saja, setelah itu terserah pemerintahan selanjutnya, Saya jadi teringat pada masa orde baru perencanaan pembangunan jangka pendek jangka menengah dan jangka panjang begitu tertata rapi, sampai Saya yang pada saat itu masih duduk di bangku SMP mengetahuinya dengan jelas melalui pelajaran di sekolah, Saya tidak mengetahui seperti apa sebenarnya yang terjadi di kalangan atas sana tapi yang Saya rasakan saat itu sebagai rakyat biasa adalah kami hidup damai.

Tentang permasalahan BBM kali ini Saya yakin Pemerintah saat ini sebenarnya memiliki solusi konkret yang bisa mengatasi permasalahan ini hingga ke akar masalah, tetapi entah ada masalah atau ada kepentingan apa sehingga Pemerintah seolah tidak pernah berniat untuk menerapkannya, sebagai rakyat Indonesia Saya menunggu niat baik dan juga langkah konkret dari Pemerintah untuk segera mengatasi permasalahan ini, semoga Para Pemimpin Negeri ini diberi Kekuatan untuk bisa menyelesaikan permasalahan ini, Amin.

gambar :   informasiteraktual.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: