Duren apa Durian

Coba perhatikan gambar dibawah ini !

Duren Wonosobo

ga usah disebutkan kalian pasti tahu itu gambar apa, nah, apakah kalian suka ?, kalau aku wah ga usah ditanya lagi, suka banget, “lha terus kenapa ?” eits sabar bro ..! ceritanya belum mulai, begini nih.., kemarin saat berkumpul dengan teman-teman ada salah seorang teman yang mengajak kami untuk makan duren, wah! kayaknya temanku itu tidak sadar bahwa dia udah memberikan penawaran pada orang-orang yang salah, bagaimana tidak !, lah disitu ada orang yang sangat tergila-gila sama duren, ya orang yang membuat tulisan ini, ahaha… !

Tanpa banyak kata-kata langsung kami berangkat, lha wong suruh makan duren ngapa harus nunggu lama, oh ya pada saat-saat sekarang ini di Wonosobo memang sedang banyak duren, aku tidak tahu duren jenis apa itu, tapi yang jelas rasanya tidak kalah dengan duren daerah lain malah menurutku lebih enak, kapan musimannya pun aku juga tidak paham, seingatku tahun lalu musim duren datang di awal tahun, tapi tahun ini datangnya di pertengahan tahun, tapi ga usah dipikirkan lah, buatku  ya tahunya nikmati saja !.

Singkat cerita kami menuju sebuah desa di daerah Selomerto Wonosobo namanya Mediasin, di sana temanku yang mengajak kami itu punya kenalan seorang yang habis panen duren, jadi kami datang kesana sebelum duren itu dibawa pedagang duren di pinggir jalan, harga duren di sana jauh lebih murah dibanding duren yang dijual di pinggir jalan raya. .. “Assalamu’alaikum !.. dan …. langsung saja kami dihadapkan dengan duren-duren pilihan yang telah dipilihkan oleh tuan rumah, semuanya riuh meributkan  duren yang ada di depan mata, …. duren pertama pun dibuka …., langsung ambil satu per satu ….,  suasanapun mendadak menjadi sepi, bagaikan ayam petelor di kandang, riuh pada ribut saat orang masuk untuk memberi makanan dan jadi sepi saat makanan sudah dibagikan, petok.petok..! dan.., jiah ! kurang dari lima menit duren sebesar bola volley itupun tuntas oleh delapan orang, benar-benar temanku telah mengajak orang-orang yang salah, bikin bangkrut semuanya.., kemudian durian berikutnya dibuka lagi dan dibuka lagi, dan selalu satu duren habis sebelum duren berikutnya selesai dibuka, ahaha… dasar !, dan kami delapan orang pun total menghabiskan sepuluh buah duren. ck..ck..ck !

Jika kalian datang ke Wonosobo pas musim durian kalian bisa menemui banyak penjual durian di sepanjang jalan Wonosobo – Banjarnegara di daerah Selomerto, juga di sepanjang Jalur Lingkar Selatan.

Tambahan saja, tahukah kalian pada keesokan harinya saat aku bertamu di rumah teman, ahaha…! dasar rejeki ternyata orang tuanya habis memborong durian, langsung saja aku ikut nyikat tuh duren, padahal duren yang kemarin aja belum ilang baunya di tangan :p , “Tips” katanya untuk menghilangkan bau durian di mulut kita bisa berkumur dengan air yang dituangkan di lekukan kulit durian, aku si sudah mencoba, tapi sepertinya tetep aja bau lho !, apa mungkin karena terlalu banyak makannya, “Entahlah”.

Demikian cerita alay ku, jangan dibaca lagi, ga bermutu !, lebih baik datang langsung dan nikmati aja sendiri  !.

One Response to Duren apa Durian

  1. Alive says:

    Kalau Duren jika pakai Basa Jawa, jika disebut Durian pakai Bahasa Indonesia ataupun English Language

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: