Pertamax Naik Siapa yang Pusing !

Melihat berita di TV tentang Pertamax yang harganya sudah menembus angka 9.000 rupiah, mobil-mobil keren, mewah, dan baru yang telah dihimbau untuk menggunakan Pertamax pun rela antri untuk mengisi Premium bersubsidi, dalam hal ini sebenarnya siapa yang salah ?. salahkah pemerintah menaikkan harga Pertamax, menurutku sebenarnya pemerintah tidak salah karena memang Pertamax tidak bersubsidi dan yang menjadi acuan adalah harga minyak dunia yang sekarang sudah tembus harganya mencapai $ 112 / barel, mobil mewah sudah dihimbau untuk menggunakan Pertamax, tapi salahkah jika mereka lebih memilih mengisi Premium yang harganya setengahnya, mungkin mereka berpikir, jika ada Premium yang lebih murah kenapa harus memakai Pertamax, toh mereka juga sudah memperhitungkan konsekuensi yang akan terjadi pada kendaraan mewah mereka jika diisi Premium, dan mereka tetap memilih Premium.

Jika seperti ini kejadiaannya berarti kebijakan Pemerintah yang selama ini diterapkan tidak efektif, sebenarnya apa yang salah dari kebijakan pemerintah yang satu ini, Berdasarkan data dari BPH Migas, pada periode Januari-April 2011 konsumsi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tembus 12,9 juta KL. Padahal kuota BBM subsidi hanya sebesar 12,3 juta KL. Dan pada bulan mei ini diperkirakan akan jauh melonjak dengan kenaikan Pertamax ini, hal ini tentu akan menambah pusing pemerintah nantinya, jika sudah demikian sudah saatnyakah Premium bersubsidi dinaikkan harganya ?.

Saya tidak tahu persoalan yang sebenarnya terjadi di Pemerintahan atas sana sehingga opsi menaikkan harga BBM selalu dipilih, Dari pengamatanku sebagai rakyat jelata, Jika Premium bersubsidi dinaikkan maka hanya akan membuat pertumbuhan kendaraan bermotor di Indonesia menjadi semakin pesat, dan saya rasa sekarang saja Pemerintah sudah dipusingkan dengan banyaknya jumlah kendaraan, lihatlah jalanan di kota-kota besar yang macet dan tidak menyenangkan lagi karena banyaknya jumlah kendaraan, Jakarta sudah seperti lautan sepeda motor, lalu apa hubungannya dengan naiknya harga Premium dengan meningkatnya jumlah kendaraan bermotor ?, begini asumsinya, jika Premium naik maka ongkos angkutan umum otomatis akan naik, dari cerita seorang teman yang bekerja di Jakarta, bahwa ongkos yang dia keluarkan untuk naik angkutan umum selama satu bulan lebih besar dibandingkan bila uang itu digunakan untuk membayar cicilan sepeda motor ke dealer, itu sudah ditambah untuk membeli Premium juga, dan setelah tiga tahun dia akan mendapatkan sepeda motor yang menjadi hak miliknya, bayangkan, siapa yang tidak memilih opsi ini ?, tentu hanya orang yang tidak bisa mengendarai sepeda motor sendiri.

Menurut Saya kenapa pemerintah tidak mengambil opsi lain, misalnya harga Premium jangan dinaikkan melainkan justru diturunkan, mungkin hal ini akan menambah biaya yang dikeluarkan Pemerintah untuk subsidi Premium, akan tetapi jika hal itu diimbangi dengan dinaikkannya pajak kendaraan bermotor dan juga pajak pembelian kendaraan bermotor mungkin akan sedikit mengatasi masalah, jika harga BBM turun otomatis ongkos angkutan umum akan turun, dengan pajak penjualan kendaraan bermotor yang mahal otomatis harga kendaraan bermotor pun akan menjadi mahal, otomatis opsi menggunakan angkutan umum akan menjadi pilihan, perlahan jumlah kendaraan pribadi akan berkurang, dan konsumsi BBM pun akan berkurang, bila konsumsi BBM sedikit saya rasa Pemerintah tidak usah pusing memikirkan besarnya subsidi, dan Jakarta akan menjadi kota yang menyenangkan tidak sumpek dengan banyaknya kendaraan.

Demikian Artikel ini Saya tulis disaat Kepala terasa nyut-nyut dan gigi ini terasa snut-snut, tulisan diatas murni pendapat Saya sebagai rakyat biasa yang tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi di atas sana, semoga bisa bermanfaat bagi siapa saja yang membaca.

Sekian.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: