Ini Liburanku

Ini adalah sepenggal cerita perjalanan bermotorku kemarin di hari pertama tahun 2011, bersama rekan-rekanku seprofesi menuju pantai glagah kabupaten Kulon Progo Yogyakarta, dalam rangka liburan bersama di awal tahun, orang-orang biasa menyebutnya “Tahun Baru”, berangkat dari Alun-alun Wonosobo aku tidak mengendarai Honda Tiger ’95 ku yang biasa kupergunakan sehari-hari, kali ini aku menggunakan Yamaha Mio ’07, pinjam milik Kakak ku.

Melintasi jalan Wonosobo-Purworejo yang berkelok merupakan sensasi tersendiri saat mengendarai motor matic. Sepeda motor matic memiliki engine brake yang sangat kecil atau bahkan hampir tidak memiliki, sebagai gantinya harus tarik tuas rem belakang dalam-dalam sebelum masuk tikungan agar tetap bisa melintasi tikungan dengan kecepatan tinggi, perlu konsentrasi untuk mengatur kapan putar gas kapan gunakan rem belakang kapan gunakan rem depan, bagiku tidak serileks bila menggunakan motor manual, mungkin Karena aku terbiasa menggunakan tigerku bila touring.

Hampir satu jam melintasi jalan berkelok tangan tak boleh lepas dari tuas rem kanan dan kiri, lumayan pegel bahuku, bila seperti ini aku berfikir motor matic malah justru sebenarnya lebih manual dari motor konvensional (manual) lainnya, lha wong mesin sama sekali tak membantu saat melintasi tikungan, semuanya tangan kita yang menontrol kecepatan agar bisa melintasi tikungan dengan kecepatan tinggi tanpa keluar jalur, sudah begitu tuas rem tidak cukup dioperasikan dengan hanya menggunakan 2 jari seperti layaknya motor manual, aku harus menggunakan setidaknya 3 jariku untuk menarik tuas rem.

Mio memang punya speed yang tak kalah dengan motor manual, tapi tetap akselerasinya rendah, akselerasi yang rendah membuatku harus menjaga kecepatan tetap konstan, putaran mesih dijaga agar jangan terlalu rendah, atau aku harus putar gas lebih dalam dan itu berarti membuka kran bensin lebih lebar, boros donk !, dan juga akan tertinggal rekan-rekan yang menggunakan motor manual yang akselerasinya lebih bagus, Oh iya, dari 6 motor yang berangkat, Jupiter Z, Vega R, Supra X 125, Vario 2 buah, dan aku pakai Mio, dengan jarak tujuan +/- 70 KM cuma aku yang masuk Pom bensin 2 kali, dengan semua motor diisi full saat berangkat.

Motor matic memang nyaman untuk dikendarai, posisi berkendara juga nyaman dengan lutut yang tidak terlalu dilipat, lebih santai, kita tinggal putar gas bila mau jalan, dan tarik tuas rem bila ingin berhenti, tapi ternyata motor matic lebih rumit dikendarai saat kecepatan tinggi dan melintas tikungan, prinsip kerja yang menggunakan pulley untuk menentukan rasio putaran antara mesin dengan roda belakang menjadikan motor jenis ini lebih boros dalam pemakaian bahan bakar dibanding motor konvensional lainnya.

Demikian ulasan “sok tau” saya, tulisan ini tidak membahas apa dan bagaimana liburan “tahun baru” karena bagiku itu hal biasa, perjalanan touring melintasi jalan berkelok dengan kecepatan tinggi mengendarai “Mio” bagiku itu lebih menarik untuk diceritakan, sekian dan terima kasih telah sudi membaca !.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: