yang seperti itu di tempatku juga ada !

Teman dari luar kota bertanya,  “di Wonosobo itu yang terkenal Carica ya ?“,

ku jawab, “Iya !, kamu pernah nyoba ?“,

kata temanku, “pernah !, waktu ke sana sempat beli carica”, “itu buatnya gimana sich ?“, tanya dia lagi,

ga tau, yang ku tau itu dari buah carica yang setahuku juga hanya tumbuh di daerah Dieng“, jawabku,

Ooowh gitu ya, Aku tahu beberapa makanan khas dari daerahmu, selain Carica ada Keripik jamur, Es Dawet Ayu, dan ada Mie ongklok juga,  ya kan ?” Dia bertanya lagi,

Ku jawab, “Sedikit ralat Dawet ayu itu memang banyak dijual di Wonosobo, tapi tepatnya itu asalnya dari Banjarnegara, kalau Keripik jamur dan Mie ongklok itu lah sepertinya memang asalnya dari wonosobo“,

Lho, koq sepertinya ?, emang kamu ga yakin ?”, tanya dia heran,

Yakin sih, dulu kata Pak Guru itu memang dari Wonosobo“,  jawabku, “pernah makan tempe kemul juga ?”, Aku balik bertanya,

Dia menjawab, “Yang seperti apa si ya ?, sepertinya pernah dengar

Tempe digoreng di lapisi tepung berwarna kuning“, Jawabku

Ooowh itu, iya waktu makan mie ongklok dulu Aku juga ditawari tempe kemul, itu sama dengan mendoan kan ?, yang seperti itu di tempatku juga ada !” jawabnya lagi

Kamu mencobanya ?” Aku bertanya lagi

Enggak“, jawabnya

Kenapa kamu langsung menafsirkan kalau itu sama dengan mendoan ?”, kembali kubertanya

Lho, emang beda ya ?” Dia balik bertanya

kujawab  “tempenya si sepertinya sama, tapi kalau bahan tepungnya, entahlah, karena Aku ga tau seperti apa membuat tempe kemul, yang ku tau hanya memakannya, dan rasanya juga sepertinya sama seperti mendoan, hanya yang ku tau kalau tempe kemul itu crispy tidak lembek seperti mendoan

dan di berkata “begitu ya !, sayang dulu waktu ditawari Aku malah tidak mencobanya, dan kamu juga sekarang malah tidak bisa memberikan jawaban yang akurat

Yah, bagaimana lagi Aku memang tidak paham hal yang seperti itu, mungkin nanti saat kamu ke Wonosobo lagi kuajak menemui ahlinya biar bisa puas bertanya” jawabku

Dia berkata “Ah, kalau sudah di sana sih mending langsung mencoba daripada cuma bertanya hal-hal seperti itu

Ya sudah kalau begitu, .. Eh, kamu tau kebiasaan kami masyarakat Wonosobo ?” kataku

Apa ?” jawabnya bingung

Di pagi hari kami biasa makan tempe kemul dengan nasi megono untuk sarapan” kataku lagi

Nasi megono ?, apa lagi itu ?” katanya (masih bingung)

Di Wonosobo ada yang menyebut nasi megono ada yang menyebut nasi megana, tapi itu sama saja, dan seperti halnya tempe kemul tadi yang satu ini Aku juga tidak bisa memberikan jawaban yang memuaskan, Hahahah…. !”  jawabku sambil tertawa

Ah, payah kamu, bikin orang penasaran aja”  katanya (tambah bingung)

Makannya lebih baik mencoba langsung saja sendiri, dan silakan memberikan tanggapan bagaimana menurut kamu !, tapi yang jelas masyarakat wonosobo tidak akan mempertahankan kebiasaan sarapan nasi megono + tempe kemul di pagi hari hingga sekarang apabila rasanya tidak spesial atau hanya biasa-biasa saja”  Aku memberikan tanggapan

Ya sudah, nanti suatu saat akan kucoba yang kamu ceritakan itu !” Katanya (penasaran).

Tulisan diatas dikutip dari percakapan yang tidak pernah terjadi di dunia nyata antara Aku dan teman dari luar kota, dan ditulis disaat tak ada ide lain di otak untuk menuliskan artikel tentang “tempe kemul” makanan khas dari kabupaten Wonosobo, semoga bisa menambah sedikit wawasan untuk anda yang membaca.

Sekian dan terima kasih.

Wassalamu’alaikum Warokhmatullahi Wabarukatuh.

mohon maaf, gambar ini juga didapat dari hasil Googling

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: