Mie Ongklok the Story

Hari senin kemarin, siang hari menjelang sore sepulang saya dari bertugas di desa Deroduwur, saya bersama teman-teman, ada Alis, Nurma, Rofiq, dan juga Hana pergi menengok Istri teman kami Sulang yang baru melahirkan ke rumah sakit, Istrinya melahirkan di rumah sakit melalui operasi caesar, dan berhasil melahirkan seorang bayi perempuan yang . . . . , hmm.., yang mungil, dan kata teman-teman sih cantik, tapi “menurutku” cantik dilihat dari apanya ??, orang perempuan atau laki-laki saja tidak tau seandainya tidak diberitahu dia itu seorang perempuan, yang jelas bayi tersebut mungil, masih merah dan bisanya baru menangis, doaku sih semoga kelak besar nanti menjadi orang yang cantik luar dan dalam, . . . . . . , (he..he.., penting ga sih tulisan ini ??).

Sebenarnya inti dari tulisanku yang satu ini bukan itu, adalah kejadian setelah kami dari rumah sakit yang menjadi inti dari tulisanku kali ini, yaitu pergi ke Warung Mie Ongklok Bu Umi, alih-alih minta traktir sama Alis yang baru mengikuti pelatihan dari Jakarta dan pastinya dia mendapat uang saku dari pelatihan tersebut, he..he., kebiasaan !, . . . eh iya !, sebelumnya perlu saya informasikan, Mie Ongklok adalah makanan khas dari Wonosobo, dan Warung Bu Umi merupakan salah satu tempat penjual Mie Ongklok yang cukup terkenal di Wonosobo, . . . dan langsung kita berempat menuju ke TKP, Hana tidak bisa ikut karena dia sore itu punya acara sendiri.

sampai di TKP tanpa panjang lebar langsung pesan 4 porsi Mie Ongklok, + Sate, dan tidak lupa Teh Angetnya, rasanya pas sekali disantap di kondisi yang dingin seperti saat itu, diselingi dengan menyantap tempe kemul dan juga geblek sambil menunggu hidangan utama datang, Mie Ongklok biasa disandingkan dengan Sate, Mie Ongklok dan Sate sudah menjadi satu kesatuan, Satenya adalah sate kambing, meski begitu tidak harus sate kambing, bisa sate sapi atau bisa juga sate ayam, tergantung selera dan juga warungnya karena macam-macam ada yang sandingannya sate ayam, sapi atau kambing, ada juga warung yang menyediakan tiga-tiganya, . . . terkadang ada teman dari luar daerah yang pernah mendengar mengenai Mie Ongklok dari Wonosobo ini, dia bertanya tentang seperti apa Mie Ayam itu, bahannya seperti apa, nah. . , apabila ini saya lebih suka mengajak atau menyuruhnya untuk langsung saja merasakan seperti apa Mie Ongklok itu, he..he., alih-alih karena saya memang tidak begitu paham bagaimana dan apa saja bahan-bahannya, yang saya tau hanya Mie yang dicampur dengan tepung pati kental, ada kubis didalamnya, dan dicampur beberapa bahan lain, dan yang jelas rasanya enak.

Selesai menyantap Mie Ongklok, kita semua pulang ke rumah masing-masing, begitu juga Nurma yang pulang ke Temanggung, eh.. iya, saat itu Nurma baru pertama kali menyantap Mie Ongklok, tidak ada komentar setelah dia makan Mie Ongklok, tapi saya simpulkan sendiri bahwa dia diam berarti menyukainya, (he..he., suka-suka dunk !), dan bagi anda yang belum pernah merasakan makanan khas Wonosobo yang satu ini saya sarankan untuk mencobanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: